Tanaman Obat Tradisional Lidah Buaya

Lidah Buaya Sang Pemangsa Berbagai Penyakit

Lidah Buaya sebagai tanaman obat, umum digunakan sebagai obat tradisional di india untuk mengobati penyakit sembelit, penyakit kulit, cacingan, infeksi, obat alami asam lambung dan obat alami kolik. Di dunia pengobatan Tiongkok, sering direkomendasikan dalam pengobatan berbagai penyakit terkait jamur, sedangkan di dunia Barat, banyak digunakan dalam industri kosmetik, farmasi dan makanan. Faktanya, pembuatan ekstrak lidah Buaya saat ini adalah salah satu industri botani terbesar di dunia.

Lidah buaya telah lama dideskripsikan dalam tulisan-tulisan di berbagai budaya dan dapat ditelusuri hingga masa kuno Mesir, Yunani dan Romawi. Dalam tulisan-tulisan budaya awal Cina dan India, beberapa referensi juga telah ditemukan. Catatan kuno telah menunjukkan pemanfaatan kenggulan lidah buaya memiliki manfaat terapeutik dan sifat penyembuhan yang telah dikenal selama berabad-abad, lebih dari 4000 tahun. Lidah buaya juga digambarkan pada catatan bangsa Sumeria yang berasal dari tahun 2100 SM.

Catatan sejarah kuno tentang Lidah buaya ini, ditemukan pertama kali pada tahun 1862 dari sebuah papirus Mesir yang berasal dari tahun 1550 SM. Ratu Mesir lazim menggunakan lidah biaya untuk perawatan kecantikan fisiknya. Lidah buaya juga umum digunakan oleh dokter Romawi dan Yunani. Penelitian ini juga menemukan jejak penggunaan lidah buaya oleh India kuno dan Cina kuno. Di Filipina, lidah buaya digunakan sebagai campuran susu untuk pengobatan infeksi ginjal. Legenda menunjukkan bahwa Alexander Agung mengalahkan pulau Socotra di Samudra Hindia untuk menjamin kelancaran pasokan lidah buaya yang digunakan untuk mengobati luka perang para prajuritnya.

Lidah buaya masuk pertama kali ke Indonesia sekitar abad ke-17. Tanaman tersebut dibawa oleh petani keturunan Cina. Tanaman obat lidah buaya dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang ditanam sembarangan di pekarangan rumah dan digunakan sebagai kosmetika untuk penyubur rambut.

Nama daerah : ilat baya (Jawa), letah buaya (Sunda), lidah buaya (Melayu) Ilat boyo; Letah buaya; Jadam Lidah buaya (Indonesia), Jadam (Malaysia), Salvila (Spanyol), Lu hui (Cina);

 

Morfologi

Tanaman lidah buaya merupakan tanaman sukulen berbentuk roset dengan ketinggian 30-60 cm dan berdiametr 60 cm. lidah buaya memiliki batang, daun, bunga dan akar. Namun, biasanya yang di gunakan dari tanaman ini adalah daunnya karena memiliki manfaat terbesar.

Aloe Vera Berbunga

Lidah Buaya Besar Sedang Berbunga

  1. Batang
    Batang tanaman lidah buaya berbentuk bulat dan bersifat monopidal. Batang tanaman ini sangat pendek dan tidak terlihat kerena tertutup dengan dauannya. Batang ini akan memunculkan tunas-tunas baru yang akan menjadi anakan baru pada tanaman.
  2. Bunga
    Bunga tanaman lidah buaya akan muncul apabila jika melakukan penanaman di subtropis dan lebih sering di daerah dataran tinggi. Pada saat musim hujan dan semi bunga akan muncul dengan bentuk lonceng atau terompet berwana kuning dan orange. Bunga ini berukuran 2,3-2,5 cm dan tumbuh di atas tangkai bunga yang memiliki ketinggian 1 meter.
  3. Daun
    Daun tanaman lidah buaya adalah daun tunggal, dengan bentuk lanset dan ada tajinya. Daun pada tanaman ini ada yang sangat runcing dan juga ada yang tumpul. Daun Lidah buaya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifat sukulen atau banyak mengandung air, getah atau lendir. Aloe vera dibentuk oleh epidermis tebal yang ditutupi oleh kutikula diseluruh mesofil-nya. Sel Mesofil tersebut dapat dibedakan menjadi sel klorenkim dan sel-sel berdinding tipis yang membentuk parenkim atau fillet. Sel-sel parenkim berisi agar/gel mucilaginous transparan yang disebut sebagai gel aloe vera. Aloe vera dapat tahan tehadap kekeringan karena didalam daunnya banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air, bentuk daun berduri lemas dipinggir, panjang daun dapat mencapai 50-75 cm dengan berat mencapai 0,5 – 1 kg.
  4. Akar
    Lidah buaya mempunyai sistem perakaran yang sangat pendek dengan akar serabut yang panjangnya bisa mencapai 30-40cm.

Kandungan Kimiawi

Panasea/Khasiat dan cara Pemanfaatan.

  • Penyubur rambu
    Pilih daun lidah buaya segar secukupnya, belah. Kemudian ambil daging daun yang seperti agar-agar, lalu gosokkan hingga mengenai seluruh kulit kepala. Bungkus rambut dengan kain, lalu biarkan selama 30 menit agar ramuan meresap ke kulit kepala sebelum kemudian dicuci.
  • Mengobati rambut yang mudah rontok
    Siapkan daun lidah buaya 40 gram, daun mangkokan 20 gram, daun waru muda 20 gram dan minyak kemiri 50 ml.
    Tumbuk semua dedaunan tersebut hingga halus. Campur hasil tumbukan dengan minyak kemiri. Tempelkan ramuan ke kulit kepala. Biarkan selama 30 menit agar ramuan meresap ke kulit kepala sebelum dicuci.
  • Luka bakar atau tersiram air panas yang ringan
    Tempelkan daging daun lidah buaya ke bagian yang sakit.
  • Bisul
    Daging daun lidah buaya yang telah ditambahkan garam ditempelkan pada bisul.
  • Kencing darah
    Petik 15 gram daun lidah buaya segar. Peras daun tersebut lalu ambil airnya. Tambahkan 50 gram gula dan sedikit air beras ke dalam air perasan sebelum diminum.
  • Wasir
    Siapkan 1/2 daun lidah buaya, buang durinya lalu cuci bersih. Parutlah daun tersebut kemudian tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok makan madu.
    Aduk rata campuran tersebut lalu saring, minumlah sehari 3 kali.
  • Sifilis
    Potong Bunga lidah buaya, lalu rebus DENGAN daging lidah buaya dan sedikit air
    Diminum sehari 3 kali.
  • Mendinginkan luka terbakar matahari:
    Taruh daging lidah buaya atau gel lidah dalam kulkas selama dua jam sebelum menggunakannya pada kulit Anda.
  • Pengharum kaki
    Resepnya, campur dua sendok makan gel lidah buaya dengan setengah sendok tea tree oil, lalu gosokkan pada telapak kaki Anda. Biarkan sejenak dan bilas hingga bersih
  • Kantung mata;
    Tanaman ini mengandung zat anti-inflamasi. Oleskan cairan dari lidah buaya segar pada kantung mata untuk mengurangi bengkak.
  • Obat Maag dan keluhan asam lambung,
    Gunakan 500gr lidah buaya yang telah dikupas dan diambil dagingnya kemudian di blender hingga halus, tambahkan 2 sendok teh madu, Tuangkan ke gelas dan minum 3 kali sehari untuk digunakan sebagai herbal asam lambung.

Daun Lidah Buaya Segar

Daun Lidah Buaya Segar & Juice Daging Daun Lidah Buaya

Pada beberapa jurnal penelitian juga ditemukan bahwasanya Tanaman Obat Lidah Buaya memiliki khasiat besar untuk membantu mengurangi kadar gula darah yang terjadi pada penderita penyakit diabetes dan dengan penggunaan terukur dapat membantu mengurangi ketergantungan obat-obatan kimia dari para penderita diabetes melitus.

catatan : wanita hamil, menstruasi, minum pil KB dan menyusui sebaiknya menghindari mengonsumsi lidah buaya, kecuali di bawah pengawasan medis setelah mengevaluasi manfaat dan risiko . Jus lidah buaya juga sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jangka waktu panjang karena dapat menyebabkan deplesi elektrolit.

Lidah Buaya tidak boleh digunakan pada pasien dengan obstruksi usus atau stenosis, masalah kontraksi rahim (atonia), dehidrasi parah dengan penipisan elektrolit, atau konstipasi kronis. Lidah buaya tidak boleh diberikan kepada pasien dengan penyakit radang usus, seperti radang usus buntu, penyakit Crohn, kolitis ulseratif, sindrom iritasi usus, atau divertikulitis, atau untuk anak di bawah 10 tahun. Lidah Buaya juga dikontraindikasikan pada pasien dengan kram, kolik, wasir, nefritis, atau gejala perut yang tidak terdiagnosis seperti nyeri, mual, atau muntah.

Referensi :

Cek Juga Informasi tentang Tanaman obat kami yang lain di SINI .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan Halaman Ini.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
error: Content is protected !!
Open chat