Sidaguri Sebagai Obat Alami

Tanaman Obat Sidaguri

Tumbuhan / Tanaman Obat Sidaguri ini merupakan tumbuhan liar di tepi jalan, halaman berumput, hutan, ladang dan tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Dengan sebaran hampir merata ada pada daerah tropis di seluruh dunia, tanaman ini mampu hidup dengan baik pada daerah dataran rendah hingga dataran tinggi (1 – 1.450 mpl). Ciri umum tanaman perdu liar dengan profil tegak bercabang ini, ketinggiannya dapat mencapai 2 meter dengan cabang cabang kecil berambut rapat.

Tumbuhan Sidaguri ini termasuk ke dalam suku/famili tumbuhan Kapas-kapasan (Malvaceae). Memiliki nama latin Sida Rhombifolia Lour, atau Sida Alnifolia Lour.

 

Tumbuhan / Tanaman Obat Tradisional ini merupakan tumbuhan liar di tepi jalan, halaman berumput, hutan, ladang dan tempat dengan sinar matahari cerah atau sedikit terlindung. Dengan sebaran hampir merata ada pada daerah tropis di seluruh dunia, tanaman ini mampu hidup dengan baik pada daerah dataran rendah hingga dataran tinggi (1 – 1.450 mpl). Ciri umum tanaman perdu liar dengan profil tegak bercabang ini, ketinggiannya dapat mencapai 2 meter dengan cabang cabang kecil berambut rapat.

Tumbuhan Sidaguri ini termasuk ke dalam suku/famili tumbuhan Kapas-kapasan (Malvaceae). Memiliki nama latin Sida Rhombifolia Lour, atau Sida Alnifolia Lour.

Morfologi:

  • Akar (Radix) : Sida rhombifolia L mempunyai sistem perakaran tunggang yang berwarna cokelat.
  • Batang (Caulis) : Sida rhombifolia L.  berkayu (lignosus) yang berupa semak, berbentuk bulat, sifat permukaan memperlihatkan berkas-berkas daun, arah tumbuh tegak lurus, percabangan monopodial, sifat cabang sirung pendek, arah tumbuh cabang condong ke atas.
  • Daun (Folium) : Sida rhombifolia L. merupakan daun tunggal, susunan duduk daun berhadapan berseling (folia disticha), bangun daun (ovatus), ujung daun runcing, tipe pangkal daun tumpul, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, panjang 1,5-4 cm, lebar 1-1,5, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah warnanya lebih muda.  
  • Bunga (Flos) : Sida rhombifolia L. merupakan bunga tunggal berbentuk corong dan berwarna kuning cerah yang keluar dari ketiak daun, mekar ketika pukul 12 siang dan layu sekitar tiga jam kemudian, berkelamin 2 (banci) karena terdapat putik dan benang sari, 5 kelopak yang berlekatan, 5 mahkota yang tidak berlekatan,  jumlah benang sari tak terhingga, jumlah putik 5, simetri banyak (*) dan posisi ovarium menumpang (superior).
  • Buah (Fructus) : Sida rhombifolia L. berupa buah kendaga, buah muda berwama hijau, buah tua berwarna hitam.
  • Biji (Semen) Sida rhombifolia L. berbentuk bulat, kecil dan berwarna hitam.

Buah Tumbuhan ini terdiri dari 8-10 kendaga, diameter 6 – 7 milimeter. Akar dan kulit sidaguri kuat, dapat dipakai untuk pembuatan tali, perbanyakan tanaman ini adalah dari biji ataupun dengan setek batang.

 

 

Sifat Kimia

Tanaman Obat Sidaguri ini kaya dengan kandungan kimia yang sudah diketahui antara lain :

  • Daun : Alkaloid, Kalsium Oksalat, Tanin, Saponin, Fenol, Asam Amino, Minyak Terbang,. Zat flegamatik untuk ekspektoran dan lubrikan.
  • Batang : Kalsium Oksalat, dan Tannin.
  • Akar : Alkaloid, steroid dan ephedrine.
batang daun bunga sidaguri

Efek khasiat pengobatan / Farmakologis.

Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lainnya disebutkan bahwa tanaman obat sidaguri ini memiliki sifat :

  • Tanaman (batang, daun, bunga) : Manis, pedas, sejuk. Masuk ke dalam meridian jantung, hati (lever), paru-paru, usus besar, dan usus kecil. Antiradang (anti-inflamasi), peluruh kencing (diuretik), dan menghilangkan sakit (analgesik).
  • Akar : Manis, tawar dan sejuk.

Efek Farmakologi ini diperoleh dari penggunaan seluruh tumbuhan obat ini, baik pemakaian segar atau pun yang sudah dikeringkan.

Akar Sidaguri

Panasea / Khasiat dan cara Penggunaan:

 

  1. Asam Urat : Ambil 5 batang akar Tanaman Obat Sidaguri dan dicuci bersih. Kemudian iris-iris kecil dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Tuang ke dalam gelas berikut akarnya, tutup dan biarkan semalam. Keesokan paginya diminum sebelum sarapan. Rebus sekali lagi pagi untuk diminum sore harinya.
  2. Rematik : Cuci akar Tanaman Obat Sidaguri kering (30 g), lalu iris tipis-tipis. Rebus dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.
  3. Bisul kronis : Untuk obat yang diminum, iris tipis batang dan akar sidaguri kering (60 g). Tambahkan gula merah (30 g) dan air matang secukupnya sampai simplisia terendam seluruhnya, lalu tim. Setelah dingin, minum airnya sekaligus.Untuk obat luar, cuci lima jari akar sidaguri, lalu tumbuk halus. Tambahkan air garam secukupnya sambil diremas. Gunakan ramuan ini untuk menurap bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.
  4. Ekzema : Cuci herba sidaguri segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Masukkan ke dalam mangkuk, tambahkan  air masak  sampai terendam seluruhnya dan tim. Setelah dingin, minum airnya.
  5. Bengkak Patah Tulang (Kedudukan Tulang telah diperbaiki ): Daun Sidaguri yang segar dicuci bersih, lalu digiling lumat dan ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit.
  6. Kulit gatal, kurap pada kepala : Cuci daun sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk  halus . tambahkan minyak kelapa, lalu aduk sampai merata. Oleskan pada kulit yang gatal atau kurap. Ulang sehari tiga kali, sampai sembuh.
  7. TBC kelenjar Leher : Untuk obat yang diminum, cuci herba sidaguri  segar (60 g), lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan daging (60 g), lalu tim. Setelah dingin, minum airnya dan dagingnya dimakan. Untuk obat luar, giling daun segar sampai halus, lalu tempelkan pada kelenjar limfe yang membesar.
  8. Terlambat haid : Cuci akar sidaguri (30 g), lalu cincang halus. Tambahkan daging (30 g), lalu rebus. Setelah dingin, minum airnya dan makan dagingnya. Lakukan sampai beberapa hari.
  9. Cacing keremi/ Kremi : Cuci daun sidaguri segar (setengah genggam), lalu giling sampai  halus. Tambahkan tiga perempat cangkir air matang dan sedikit garam, lalu peras dengan kain. Minum air saringannya sekaligus. Lakukan dua kali sehari.
  10. Abortivum : Akar sidaguri dicincang halus, kemudian direbus dengan sup atau air kaldu daging. Makan selama beberapa hari.
  11. Sesak napas (asma) : Potong tipis akar sidaguri (60 g), tambahkan gula pasir  (30 g), lalu rebus  dengan tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari dua kali, masing-masing setengah gelas.
  12. Perut mulas / Diare : Kunyah akar sidaguri dan jahe secukupnya, lalu telan airnya.
  13. Sakit gigi : Kunyah akar sidaguri secukupnya dengan gigi yang sakit
  14. Luka berdarah : Cuci akar sidaguri segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Tampelkan pada luka yang berdarah, lalu balut.
  15. Sengatan Lebah : Bunga sidaguri digiling lumat dan ditempelkan pada bagian tubuh yang tersengat.

Catatan : Wanita hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.

Serat tumbuhan yang diperoleh dari kulit kayu yang berkualitas baik, dapat digunakan untuk membuat tali dan benang. Tumbuhan yang mudah diekstrak ini dikenal memiliki serat yang baik, kuat, berkilau, dengan warnanya yang putih. Dalam suatu percobaan terhadap serat, menunjukkan bahwa tali dengan lingkar 12,5 mm mampu menahan beban seberat hingga 180 kilogram.

Manfaat lain, batang yang dikumpulkan, diikat, dapat digunakan sebagai sapu.

Sumber : Berbagai Sumber Online dan offline.

 

Baca Juga informasi tentang Tanaman Obat Tradisional lainnya di SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bagikan Halaman Ini.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
error: Content is protected !!
Open chat